Kisah Percintaan Anak SMA 1
Kapan
perasaan ini terus ada ? Aku tak tahu cara melampiaskan perasaan ku ini ? Aku
sering melampiaskannya kepada kawanku bernama Calvin. Calvin adalah salah satu
temanku yang bisa di katakan lebih dewasa dari teman-teman ku di kelas. Aku
sering mengobrolkan hal-hal yang teman sebaya ku belum mengerti. Hal tersebut
adalah hal mengenai cinta dan kehidupan di masa depan. Entah mengapa aku sering
membicarakan itu dengannya ? Tetapi menurutku itu adalah topik pembicaraan yang
menarik.
Kembali
ke pembicaraan awal mengenai perasaanku, aku mendapatkan perasaan ini saat aku
masuk ke salah satu sekolah swasta di daerah Tangerang. Sekolah tersebut cukup
terkenal prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Saat masuk sekolah
hari pertama setelah MOS (Masa Orientasi Sekolah) aku mempunyai teman baru
bernama Richard. Ia bertanya kepadaku, “Lu yang namanya *** ya ? Nanti duduk
bareng gw ya ***?” Aku pun terkejut, aku sempat berpikir sebentar, “Ya.” Itu
yang terucap dari mulutku saat itu juga.
Setelah
itu kami semua mengikuti kegiatan upacara di hari pertama. Setelah selesai
upacara kami kembali ke kelas masing-masing. Saat di kelas aku dan Richard
langsung bertukar cerita. “Lu yang dulu waktu SMP kalau pagi suka nongkrong di
kantin ?”, ia bertanya kepadaku. “Iya, lu yang dulu waktu SMP suka di palakin
kan kalau pas jam istirahat ?”, aku balik bertanya. “Iya, lu kok tau sih ?”,
kata Richard. “Apa yang gw gak tau ? Dulu gw juga hampir malak lu.” , kataku.
“Kapan
lu mau malak gw ?”, tanya Richard. “Dulu inget gak pas acara lomba sekolah. Nah
gw lagi gak ada uang, terus gw di kasih tau temen ada yang namanya
Sisi(Richard) dia itu orang kaya. Gw coba aja minta, tapi hari itu gw lagi
sial. Gw gak dapet uang dari lu.”, ucapku sambil sedikit tertawa. “Ooooo, lu
yang mau malak gw waktu itu ya ? wkwk, untung gw gak kasih.”, balasnya. Sisi
adalah nama panggilan bagi Richard. Kenapa ia di panggil seperti ? pasti itu
adalah pertanyaan kalian kan. Richard ketika SMP terlihat gemulai seperti
Sissy(banci dalam bahasa Inggris) oleh karena itu dia di panggil Sisi.
Aku
belum sempat menjawab, wali kelas kami pun datang. Kami semua murid yang ada di
dalam kelas langsung diam dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Wali kelas
kami bernama Pak Dady. Beliau sudah berumur, kira-kira umur dia sudah berkepala
lima. Ia memperkenalkan diri kepada kami semua. Setelah itu ia mempersilakan
kami memperkenalkan diri. Saat pekenalan diri banyak murid di kelas saya yang
belum saya kenal. Yang ku kenal hanya 10-11 orang saja. Bahkan, ada teman
baruku yang berasal dari Kalimantan tepatnya dari kota Singkawang, Kalimantan
Barat. Ada juga yang berasal dari Papua namun sudah lama menetap di Jakarta.
Setelah
jam wali kelas selesai saya dan Sisi melanjutkan pembicaraan kami. Sekarang
kami melanjutkan pembicaraan soal teman wanita yang cantik di kelas ini.
Awalnya aku tidak ingin membahas topik ini namun, apa boleh di kata ?
Percakapan kami tetap berjalan membahas topik itu. Ia bertanya “ *** siapa di
kelas ini yang menurut lu cantik ?” Aku pun melihat-melihat, awalnya ada satu
wanita yang menurut ku cantik, ia adalah Catherine. Kemudian Sisi bertanya lagi”
Itu doang ?” Aku pun menganggukkan kepala ku menandakan iya. Kemudian ia
menyuruh ku menengok ke bagian belakang. Saat itu aku duduk di paling depan.
Saat aku melihat ke bagian belakang, aku melihat ada seorang wanita yang lebih
cantik dari pada Catherine.
Aku
bertanya” Itu yang di belakang siapa namanya Si ?”, sambil aku menunjuk
orangnya. “Itu namanya Tasya, Cakep ya ?”, sisi bertanya. Aku spontan
menganggukkan kepala ku dan masih melihat wajah wanita itu. Tiba-tiba guru jam
pertama dan topik pembicaraan berhenti sampai situ saja. Tak terasa setelah
melewati 3 kali istirahat dan beberapa pelajaran akhirnya jam sudah menunjukkan
pukul 14.35 WIB. Itulah waktu pulang sekolah, setelah mendengar pengumuman dari
radio sekolah dan berdoa kami dipersilakan untuk pulang. Aku merasa hari
pertama sekolah cukup menyenagkan.
Setibanya
di rumah, aku langsung mandi. Setelah itu aku membereskan buku pelajaran untuk
besok hari dan kemudian makan. Tak terasa sudah pukul 19.00, aku langsung berbaring
di kasur dan bermain HP. Tiba-tiba aku teringat, aku teringat pada Tasya. Aku
mencoba mencari akun instagramnya. Setelah mencari cukup lama aku pun
menemukannya. Aku melihat foto-foto di akun instagramnya. Aku terpaku pada
foto-foto tersebut. Seolah-olah aku tak bisa lepas dari foto-foto tersebut. Di
foto-foto itu Tasya nampak cantik, tak pakai lama akun tersebut langsung aku
follow atau ikuti.
Setelah
melihat foto-foto nya di akun instagramnya aku tertidur. Bangun-bangun waktu
sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB. Aku bergegas siap-siap berangkat sekolah.
Kenapa aku bangun sepagi itu ? Karena jarak dari rumah ku menuju sekolah
sekitar 16 KM. Dan orang tua ku juga masuk pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Oleh
karena itu aku terbiasa bangun sepagi itu. Saat dalam perjalanan ke sekolah di
dalam mobil aku merasa bosan. Aku membuka handphone Nokia XL pemberian orang
tuaku.Aku membuka instagram dan aku di follow back atau di ikuti balik oleh
Tasya. Aku seakan-akan langsung semangat untuk menjalani hari tersebut.
=============================BERSAMBUNG==============================
Komentar
Posting Komentar